Widget HTML Atas

Kewirausahaan Menurut Para Ahli

kewirausahaan menurut para ahli
Jelaskan Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Para pembaca dimanapun kalian berada saat ini, Semoga selalu sehat dan diberi ruang dan waktu. Pada kesempatan yang singkat ini seperti judul yang telah kita lihat bersama, kita akan membahas mengenai kewirausahaan. Lebih tepatnya pengertian kewirausahaan menurut para ahli, lengkap dengan manfaat, peranan, ciri, sektor dan prasyarat menjadi seorang orang wirausaha. Untuk lebih jelasnya Mari cermati tulisan di bawah ini. 

Pembangunan perekonomian Indonesia dilandasi oleh UUD 1945 Pasal 33, yang maknanya mencakup tiga sektor utama perekonomian, yaitu sektor negara, sektor swasta, dan sektor koperasi. Ketiga sektor tersebut perlu dikembangkan secara serasi dan mantap. Jelaslah, bahwa sektor swasta merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kewirausahaan atau kewiraswastaan mempunyai peran penting dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional di bidang perekonomian. 


Kewirausahaan berasal dari kata ’wira’ yang berarti berani, utama, teladan, berbudi luhur, serta ’usaha’ yang berarti upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi, wirausaha dapat diartikan sebagai suatu keberanian untuk berupaya memenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian, definisi kewirausahaan dapat dikemukakan sebagai suatu keberanian untuk melakukan upaya-upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dan keberanian yang dimilikinya dengan cara memanfaatkan segala potensi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain.

1. Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini telah kami rangkum definisi atau pengertian kewirausahaan menurut para ahli. 

Thomas W. Zimmerer

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli pertama kita kutip dari pernyataan Thomas W. Zimmerer, didalam teorinya beliau menyebutkan bahwa kewirausahaan merupakan sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan bisnis.

Richard Cantillon (1775)

Definisi dari ahli berikutnya kita kutip dari Richard Cantillon, dimana pengertian kewirausahaan menurut beliau adalah suatu pekerjaan itu sendiri (yakni : wirausaha). Seorang pengusaha membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang beresiko atau ketidakpastian.

Eddy Soeryanto Soegoto

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli berikutnya kita ambil dari pendapat Eddy Soeryanto Soegoto selaku enterpreneurship dan pebisnis ulung, menurut beliau, kewirausahaan yaitu usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

Suparman Sumahamijaya

Pakar atau ahli berikutnya yaitu Suparman Sumahamijaya, menurut beliau pengertian Kewirausahaan adalah sebuah kemampuan (sill) dalam berpikir secara kreatif dan melakukan inovasi. Pikiran kreatif dan inovasi ini merupakan dasar dan juga sumber penggerak sehingga dapat digunakan sebagai tumpuan dalam menghadapi tantangan di depan.

Ahmad Sanusi

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli berikutnya kita ambil dari Bapak Ahmad Sanusi, beliau mendefinisikan kewirausahaan sebagai : suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

S. Wijandi

Menurut S. Wijandi, pengertian kewirausahaan yaitu suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.

Peter Drucker

Salah seorang ahli dibidangnya bernama Peter Drucker menguraikan pengertian kewirausahaan, menurut beliau kewirausahaan merupakan kemampuan (skill) untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain.

Jean Baptista Say

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli berikutnya berasal dari seorang ekonom dan pebisnis asal Perancis, yakni Jean Baptista Say. Menurutnya, kewirausahaan merupakan seorang agen yang menggabungkan berbagai alat produksi dan menemukan nilai dari yang diproduksinya.

Harvey Leibenstein

Salah Seorang ekonom Yahudi Amerika bernama Harvey Leibenstein menguraikan, bahwa kewirausahaan adalah suatu hal yang mencakup berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan dan menciptakan perusahaan pada saat dimana pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau beberapa komponen fungsi produksinya belum teridentifikasi secara penuh.

Andrew J. Dubrin

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli berikutnya kita kutip dari Andrew J dubrin. Menurut Profesor sekaligus penulis buku ini, kewirausahaan adalah seseorang yang menjalankan dan mendirikan suatu usaha yang inovatif.

Drs. Joko Untoro

Drs Joko untoro selaku tim guru Indonesia dan penulis buku pintar matematika punya arti sendiri tentang kewirausahaan. Menurutnya kewirausahaan adalah keberanian untuk melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, berdasarkan kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Soeharto Prawiro

Pengertian kewirausahaan berikutnya kita ambil dari bapak Soeharto Prawiro, menurutnya kewirausahaan adalah ah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.

Raymond

Pengertian kewirausahaan menurut Raymond yaitu seseorang yang inovatif, kreatif dan mampu mewujudkanya kreatifitasnya agar meningkatnya kesejahteraan diri di lingkungan dan masyarakat.

Arif F. Hadipranata

Adapun pengertian atau definisi kewirausahaan menurut Hadipranata yaitu individu atau personal yang memiliki keinginan untuk mengelola dan mengatur urusan-urusan yang dapat menghasilkan berbagai keuntungan baik berupa finansial ataupun tidak. Seorang yang memiliki jiwa wirausaha, akan selalu memiliki keberanian dalam mengambil berbagai resiko yang mungkin muncul selama menjalankan bisnis.

Kathleen

Pengertian atau definisi ewirausahaan menurut Kathleen adalah seseorang yang menjalankan, mengatur, dan berani mengambil resiko bagi pekerjaan yang dijalankannya dalam dunia usaha.

Robbin dan Coulter

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli berikutnya diambil dari Robbin dan Coulter, menurut mereka kewirausahaan yaitu suatu proses dimana seseorang ataupun suatu kelompok individu menggunakan upaya yang terorganisir dan sarana untuk mencari sebuah peluang dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui sebuah inovasi dan keunikan, tidak mempedulikan apapun sumber daya yang digunakan pada saat ini.

Penrose

Seorang matematikawan dan penulis terkenal bernama Penrose memiliki sebuah teori dalam mendefinisikan kewirausahaan. Menurutmu kegiatan kewirausahaan mencakup berbagai peluang yang teridentifikasi di dalam suatu sistem ekonomi. Kemampuan atau kapasitas kewirausahaan berbeda dengan kapasitas manajerial.

Kasmir

Pengertian kewirausahaan menurut Kasmir yaitu seorang yang berjiwa pemberani yang berani mengambil resiko untuk membuka sebuah usaha di berbagai kesempatan yang ada.

Siswanto Sudomo

Adapun pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo yaitu segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat pekerja keras dan mau berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.

Frank Knight

Pengertian kewirausahaan lainnya kita kutip dari Frank Knight, menurutnya kewirausahaan adalah seorang yang mencoba untuk menyikapi dan memprediksi perubahan pasar untuk menghadapi ketidakstabilan pada dinamika pasar.


2. Manfaat Tenaga Wirausaha

Adapun manfaat tenaga-tenaga wirausaha antara lain sebagai berikut.

a. Sebagai generator dan sumber penciptaan serta perluasan kesempatan kerja.

b. Pelaksana pembangunan yang dapat dipercaya integritasnya dan berdedikasi memajukan lingkungannya.

c. Tidak melibatkan diri dalam persoalan keturunan, baginya kemanusiaan dan manusialah yang menjadi pusat perhatian kesibukannya.

d. Kepribadian unggul dan martabat harga diri yang selalu mendapat perhatian utama untuk dikejar, ditingkatkan, dan dicita-citakannya.

e. Persaingan yang dicita-citakan adalah persaingan yang wajar, sehat, tidak berlebihan, dan jujur dengan menggunakan, meningkatkan, dan memajukan tingkat efisiensi kerja usahanya.

f. Selalu berusaha menghormati tertib hukum lingkungannya.

g. Berusaha mambantu atau menolong orang lain, agar orang lain mampu membantu dan menolong dirinya.

h. Tidak akan rela dan sampai hati menipu, merugikan apalagi mengkhianati pemerintah, negara, dan bangsanya.

i. Sumber tenaga manusia yang ideal.

j. Hidup sepantasnya, segala barang yang dipakai diatur sebaik mungkin dan tidak berlebihan.

3. Peranan Wirausaha dalam Perekonomian Nasional

Seorang ahli bernama J. Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang  ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahan dalam organisasi. Peranan wirausahawan sangat dibutuhkan oleh suatu negara karena ikut pula menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Adapun peranan wirausahawan adalah sebagai berikut:
a. Ikut meningkatkan kegiatan ekonomi suatu negara.
b. Ikut memajukan ekonomi bangsa dan negara.
c. Ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat.
d. Ikut mengurangi atau mengatasi pengangguran.
e. Ikut mengatasi ketegangan sosial.
f. Ikut meningkatkan perdagangan domestik (dalam negeri) maupun perdagangan internasional.
g. Ikut meningkatkan devisa negara.
h. Ikut meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal.

4. Ciri-Ciri Wirausaha

Seseorang yang berjiwa wirausaha harus mampu membuat kekuatan sendiri menjadi lebih produktif sehingga dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain. Untuk mendapatkan hasil yang baik, seorang wirausaha mampu menggunakan kekuatan yang ada, baik rekan sekerja, atasan, kekuatan bawahan, dan kekuatan sendiri serta lingkungan kerja. Oleh karenanya seorang wirausaha harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Mempunyai keberanian untuk mengambil risiko dalam menjalankan usahanya, untuk mengejar keuntungan yang merupakan imbalan dari karyanya.

b. Mempunyai daya kreasi, imajinasi dan kemampuan yang sangat tinggi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.

c. Mempunyai semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.

d. Selalu mengutamakan efisiensi dan penghematan biaya.

e. Mempunyai kemampuan untuk menarik bawahan dan rekan usaha yang mempunyai kemampuan tinggi.

f. Mempunyai cara analisis yang tepat, sistematis, dan metodologis.

g. Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh, baik untuk keperluan usaha yang sudah ada atau menanamkannya pada usaha-usaha yang baru.

h. Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam memanfaatkan kesempatan yang ada, dengan membawa teknik-teknik baru dan mengorganisasi usaha-usahanya secara efektif dan efisien.


Sementara itu, menurut pendapat Bygrave ciri-ciri atau karakteristik wirausahawan dikenal dengan istilah 10 D, yaitu sebagai berikut :

a. Dream (Visi ke Depan)
Seorang wirausahawan harus mempunyai visi atau pandangan ke masa depan untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan visinya.

b. Decisiveness (Keputusan dengan Cepat)
Seorang wirausahawan adalah orang yang dapat bekerja dengan cepat dalam menghasilkan sesuatu. Selain itu juga dapat membuat suatu keputusan dengan cepat, tepat dan penuh perhitungan, agar berhasil dalam mengembangkan usahanya.

c. Doers (Melaksanakan Keputusan)
Seorang wirausahawan dalam mengambil keputusan akan langsung menindaklanjuti. Kegiatannya dilaksanakan secepat mungkin dengan penuh perhitungan. Ia tidak mau menunda kesempatan yang baik dalam menjalankan bisnisnya.

d. Determination (Penentuan/Kebulatan Tekad)
Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian, rasa tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang mustahil untuk diatasi.

e. Dedication (Pengabdian)
Seorang wirausahawan harus mempunyai dedikasi (mengutamakan pekerjaan) yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara waktu. Ia melaksanakan pekerjaannya tanpa kenal lelah. Semua perhatiannya dipusatkan untuk kegiatan bisnisnya.

f. Devotion (Mencintai Pekerjaan)
Seorang wirausahawan harus mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong keberhasilan yang efektif untuk menjual produknya.

g. Details (Dapat Memerinci)
Seorang wirausahawan sangat memperhatikan faktor-faktor yang sangat rinci terhadap apa yang terjadi selama menjalankan kegiatan usahanya. Dia tidak mengabaikan faktor-faktor yang kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.

h. Destiny (Bertanggung Jawab atas Nasib Usahanya)
Seorang wirausahawan bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau bergantung pada orang lain.

i. Dollars (Kekayaan)
Seorang wirausahawan tidak mengutamakan pada pencapaian kekayaan. Motivasinya bukan karena masalah uang. Dia berasumsi jika berhasil dalam bisnisnya, maka ia pantas mendapat laba, bonus, atau hadiah.

j. Distribute (Membagi-bagi)
Seorang wirausahawan bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya, yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bisnisnya.

5. Prasyarat Menjadi Wirausaha

Adakah di antara kamu berminat menjadi seorang wirausahawan? Nah, agar harapanmu itu dapat terwujud perlu kiranya kamu ketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi. Persyaratan dasar untuk menjadi seorang wirausaha dinamakan dengan 8K dan 7P.

8K meliputi kriteria sebagai berikut:

a. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Kemauan, keuletan, dan ketekunan.
c. Kemampuan dan keahlian.
d. Kesempatan yang ada dan digunakan.
e. Keteraturan dan kecepatan kerja serta ketaatan (disiplin).
f. Keberanian mengambil risiko dan menghadapi ketidakpastian.
g. Kesadaran sosial dan kemerdekaan.
h. Kapital dan keuangan.

Adapun yang dimaksud 7P adalah sebagai berikut:

a. Pendidikan.
b. Pengajaran dan atau latihan.
c. Penerangan, penyuluhan, dan bimbingan.
d. Pengelolaan dan perlindungan serta kepastian hukum.
e. Pendekatan strategis.
f. Penghayatan hakiki kehidupan.
g. Perbankan.

Syarat-syarat tersebut sebagian mungkin sudah kamu miliki, namun sebagian lagi perlu kamu usahakan dari sekarang.

6. Sektor-Sektor Wirausaha

Kegiatan wirausaha meliputi tiga sektor penting dalam perekonomian. Oleh karenanya setiap wirausahawan diperkenankan untuk melakukan usaha dengan memanfaatkan segala potensi yang ada, selama tidak bertentangan dengan undang-undang dan hukum yang berlaku, baik secara tertulis maupun tidak tertulis.

Sektor-sektor usaha dalam hubungannya dengan wirausaha dapat dikelompokkan menjadi sektor formal dan informal.

a. Sektor formal adalah kegiatan-kegiatan usaha yang dikelola sedemikian rupa, sehingga kegiatannya bersifat tetap atau menjadi tumpuan harapan pengelola. Sektor ekonomi formal yang dapat diusahakan antara lain:

1) industri, baik industri besar, industri menengah, industri kecil, industri kerajinan, maupun industri pariwisata,

2) perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri atau perdagangan internasional, dan pedagang besar, pedagang menengah atau pedagang kecil.

3) jasa dan transportasi, yang meliputi pedagang perantara, pemberi kredit atau perbankan, pengusaha angkutan, pengusaha hotel dan restoran, pengusaha biro jasa atau travel pariwisata, pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.

4) agraris, yang meliputi pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan dan peternakan.

5) lapangan pertambangan dan energi, meliputi bidang minyak bumi dan gas alam yang ada, dan

6) usaha-usaha lainnya yang berbentuk perusahaan, berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

b. Sektor informal adalah kegiatan usaha yang bersifat sampingan, biasanya tidak berbentuk perusahaan serta berbentuk home industri (industri rumah tangga). Sektor ekonomi informal yang bisa diusahakan antara lain:

1) perdagangan, artinya sebagai pedagang kecil atau retailer.

2) industri rakyat atau industri rumah tangga, meliputi pengrajin, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perkebunan, pengolahan hasil perikanan, pengolahan hasil peternakan, dan pengolahan hasil kehutanan,

3) jasa, meliputi perantara perdagangan, angkutan, warung makan, perbengkelan, biro jasa travel/perjalanan, tata busaha atau penjahit, dan sebagainya,

4) agraris, meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan kecil, perikanan darat, peternakan unggas, dan sebagainya, atau

5) usaha-usaha lainnya yang tidak berbentuk perusahaan.

7. Konsep Wirausahawan Profesional

Seorang wirausahawan harus dapat menekuni setiap usahanya secara profesional, sehingga usaha yang didirikan dapat berkembang dengan baik dan dapat menguntungkan semua pihak. Seorang wirausahawan haruslah mampu melihat ke depan, dalam arti melihat dan berpikir dengan penuh perhitungan mencari pilihan berbagai alternatif masalah dan pemecahannya. Untuk itu diperlukan seorang wirausahawan yang handal dan profesional.

Seorang wirausahawan harus memiliki konsep-konsep berikut:

a. Mengenal sangat dalam terhadap produknya.
b. Yakin dan percaya terhadap produknya.
c. Tidak berdebat dengan calon pelanggan.
d. Memiliki jiwa antusias.
e. Komunikatif dalam negosiasi.
f. Ramah dalam pelayanan.
g. Santun dalam penampilan.
h. Menciptakan transaksi.
i. Memenuhi kebutuhan pelanggan.
j. Jujur, berani, dan mempunyai keberanian.

Wirausahawan yang baik tidak membiarkan dirinya direncanakan oleh pihak lain, melainkan merencanakan pengembangan dirinya sendiri.

Rangkuman Materi Wirausaha

1. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

2. Fungsi dan peran koperasi adalah sebagai berikut.
  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat dan manusia.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

3. Tingkatan dalam organisasi koperasi, yaitu sebagai berikut.
  • Koperasi Primer
  • Koperasi Pusat
  • Koperasi Gabungan 
  • Koperasi Induk

4. Koperasi Unit Desa (KUD) adalah organisasi ekonomi rakyat di pedesaan yang pembentukannya dilakukan oleh seluruh warga masyarakat desa tersebut yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.

5. Tujuan pembentukan KUD sebagai berikut:
  • Menjamin terlaksananya program peningkatan produksi pertanian, khususnya produksi pangan.
  • Memberikan kepastian pada masyarakat desa, bahwa mereka tidak hanya bertanggung jawab atas peningkatan produksi saja, tetapi juga secara nyata dapat memetik dan menikmati hasilnya guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.

6. Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya murid/siswa pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan sekolah-sekolah tempat pendidikan yang setaraf dengan itu.

7. Kewirausahaan adalah keberanian untuk melakukan usaha memenuhi kebutuhan hidup dengan cara memanfaatkan segala potensi dengantujuan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi dirinya maupun orang lain.

8. Peranan wirausahawan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, memajukan ekonomi, meningkatkan taraf hidup, mengurangi pengangguran, mengatasi ketegangan sosial, meningkatkan perdagangan, meningkatkan devisa, dan meningkatkan pengelolaan sumber daya.

9. Persyaratan dasar wirausaha yaitu 8K dan 7P, sedangkan sektor atau bidang usaha dalam kegiatan wirausaha ada dua macam, yaitu:
  • Sektor ekonomi formal, baik di bidang industri, perdagangan, jasa, dan transportasi maupun agraris
  • Sektor ekonomi informal, baik dalam bidang perdagangan, industri rakyat, jasa maupun agraris.
10. Konsep wirausahawan profesional di antaranya: mengenal produknya, yakin terhadap produknya, tidak berdebat dengan pelanggan, memiliki jiwa antusias, komunikatif dalam negosiasi, ramah dalam pelayanan, santun dalam penampilan, menciptakan transaksi, memenuhi kebutuhan pelanggan, jujur, berani dan mempunyai keberanian.

Mungkin hanya itu saja yang bisa kami sampaikan mengenai pengertian kewirausahaan menurut para ahli, lengkap dengan manfaat, peranan, ciri, serta konsep kewirausahaan yang profesional. Semoga bermanfaat dan membantu para pembaca dalam memahami substansi dari kewirausahaan. Terima kasih atas perhatian dan waktunya. Jangan lupa, bantu share artikel kami yah. 


DAFTAR PUSTAKA
  • Ekonomi 3 : Untuk SMA dan MA Kelas XII / penulis, Ismawanto; editor, Suciati Diah Pramesti ;  — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Berlangganan via Email